Hukum Bergerak Tanpa Keperluan Seperti Mengangkat Pandangan ke Langit dalam Shalat

Pertanyaan;

Apa hukum bergerak tanpa keperluan seperti mengangkat pandangan ke langit dalam shalat?

Jawaban;

Hukum bergerak tanpa keperluan seperti mengangkat pandangan ke langit dalam shalat adalah makruh. Imam Nawawi dalam kitab Raudlah membahas panjang lebar masalah pekerjaan yang tidak termasuk amalan shalat dan dilakukan dalam waktu shalat. Para ulama sepakat bahwa pekerjaan sedikit tidak membatalkan shalat dan pekerjaan banyak membatalkannya, hanya saja mereka berbeda pendapat tentang ukuran sedikti dan banyak. Ada yang mengatakan pekerjaan sedikit seperti melangkah satu langkah (misalnya untuk menyesuaikan shaf) tidak membatalkan shalat dan pekerjaan banyak hingga mencerminkan seakan tidak dalam keadaan shalat maka membatalkannya.

Ada juga pendapat yang mengatakan pekerjaan yang dibutuhkan seperti membetulkan celana agar tidak membuka aurat tidak membatalkan shalat. Ada juga pekerjaan sedikit adalah satu gerakan dan pekerjaan banyak adalah tiga gerakan berturut-turut.

Imam Nawawi menyimpulkan bahwa ukurannya dikembalikan kepada adat istiadat dan tidak ada ukuran yang baku. Bahkan Imam Nawawi menukli perkataan Imam Syafi’i: seandainya menghitung ayat dengan jari-jarinya ketika shalat itu tidak membatalkan namun sebaiknya tidak melakukannya.

Masih tergolong ke dalam gerakan yang tidak membatalkan shalat adalah beberapa gerakan yang pernah dilakukan Nabi dalam beberapa riwayat berikut. Apa yang dilakukan Nabi tidak termasuk membatalkan shalat sebab secara urf dianggap masih sebagai gerakan yang sedikit. Di antaranya adalah;

Termasuk bergerak sedikit seperti bergerak tanpa keperluan seperti mengangkat pandangan ke langit dalam shalat adalah makruh walau dianggap tidak membatalkan shalat, selama tidak sampai mengurangi syarat rukunnya shalat seperti merubah arah kiblat. Pandangan ini didasarkan pada sebuah riwayat Hadits berikut,

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ رَفْعِهِمْ أَبْصَارَهُمْ عِنْدَ الدُّعَاءِ فِي الصَّلاَةِ إِلَى السَّمَاءِ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ.

“Hendaklah orang-orang berhenti mengangkat pandangan mereka ke langit ketika berdo’a dalam shalat atau mata mereka akan tersambar.” (Shahiih Muslim Nomor 343, dan an-Nasa’i Nomor III/39)

Gerakan-gerakan Nabi tersebut masih dikategorikan sedikit secara urufnya dikarenakan apa yang dilakukan Nabi merupakan gerakan yang bersifat kondisional, saat mendesak, dan tidak dilakukan setiap waktu.

Baca selengkapnya;

Gerakan yang Dapat Membatalkan Shalat

Perbuatan Bukan Tergolong Syarat dan Rukun Shalat yang Boleh Dilakukan Saat Shalat

Gerakan yang Tidak Membatalkan Shalat

 

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke