Gambaran Batas Waktu Sepertiga Malam Terakhir Menurut Waktu Modern (Jam)

Waktu malam memiliki lebih keistimewaan dibanding dengan waktu siang. Banyak jenis ibadah yang dapat dikerjakan di waktu ini, ada doa, ada dzikir, ada membaca Al-Qur’an, ada i’tikaf, dan ada shalat-shalat malam. Dalam masalah shalat malam, keutamaan malam dibagi menjadi tiga bagian. Yakni;

Gambar terkait

Waktu Sepertiga Malam Permulaan, batas waktu sepertiga malam awal ini dimulai setelah masuk waktu shalat isya sekitar pukul 20.00 hingga pukul 23.00.

Waktu Sepertiga Malam Pertengahan, batas waktu sepertiga malam tengah ini dimulai sekitar pukul 23.00 hingga pukul 01.00 dini hari.

Waktu Sepertiga Malam Terakhir, batas waktu sepertiga malam tengah ini dimulai sekitar pukul 01.00 hingga masuk shalat subuh atau sekitar pukul 04.00.

Sepertiga malam terakhir inilah yang kemudian menjadi waktu paling utama untuk mengerjakan suatu amalan atau ibadah sunnah lainnya seperti shalat tahajud. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam, lantas Ia berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku ampuni?.” (Hadits Bukhari Nomor 6940)

Dalam sebuah riwayat Hadits diesbutkan,

يَنْزِلُ اللَّهُ تَعَالَى إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا كُلَّ لَيْلَةٍ لِنِصْفِ اللَّيْلِ الْآخِرِ أَوْ لِثُلُثِ اللَّيْلِ الْآخِرِ فَيَقُولُ مَنْ ذَا الَّذِي يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ ذَا الَّذِي يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ ذَا الَّذِي يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ أَوْ يَنْصَرِفَ الْقَارِئُ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ

“Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada pertengahan malam akhir, atau sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan mengabulkan baginya, siapakah yang memohon kepada-Ku maka Aku akan memberinya, siapakah yang meminta ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya? ‘ sampai terbit fajar atau orang yang shalat selesai dari shalat subuh.” (Hadits Darimi Nomor 1442)

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan”. (Fathul Al-Bari juz 3 halaman 32). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu.” (Syarh Shahih Muslim juz 6 halaman 36).

Salah satu penyebab waktu sepertiga malam terakhir merupakan waktu istimewa adalah waktu ini merupakan waktu yang sangat berat, di mana kebanyakan manusia sedang pulas tertidur, namun bagi mereka yang memiliki tingkat ketakwaan yang sangat tinggi justru dapat memanfaatkan waktu di sepertiga malam untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena merupakan waktu yang penuh berkah dan penuh rahmat. Amr bin Anbasah meriwayatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Waktu yang paling dekat Allah kepada seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Nasa’i, dan Hakim)

وَاللهَ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

 

Oleh: KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke