Etika Tidur Dalam Islam

Daftar Isi

Oleh KH. Ainur Rofiq & Ustadzah Hikmah

Dalam Islam terkait tidur juga memiliki etikanya yang sangat baik bila diterapkan oleh semua umat Islam. Berikut beberapa etika tidur dalam Islam,

  1. Khusus malam dianjurkan tidak bergadang bila tidak ada gunanya

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Nabi Muhammad SAW membenci adanya tidur sebelum sholat Isya dan mengobrol setelah itu.” (HR. Bukhari No. 568)

  1. Berwudu sebelum tidur

إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

“…Apabila kamu hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat… (HR. Muslim Nomor 4884)

  1. Berbaring miring ke kanan

ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ

“…Setelah itu berbaringlah dengan miring ke kanan,… (HR. Muslim Nomor 4884)

Posisi tidur seperti ini menurut medis baik untuk kesehatan jantung.

  1. Membaca surat Al-Ikhlas

كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Nabi Muhammad ketika akan tidur setiap malam, beliau meniup kedua telapak tangannya dan sambil membaca ‘Qul huwallahu ahad’(Al Iklash), ‘Qul a’udzu birobbil fala’(Al Falaq) juga membaca surat Qul a’udzu birobbin naas’(An Naas). Lalu Nabi usapkan telapak tangannya pada anggota tubuh yang dapat di jangkau yaitu kepala,wajah,dan tubuh bagian  depan. Itu di lakukan tiga kali oleh beliau. ” (HR. Bukhari No. 5017)

  1. Membaca ayat kursi

وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ »

Nabi Muhammad memberi tugas ke padaku untuk menjaga harta zakat Ramadhan kemudian datang seorang mencuri makanan tapi aku merebutnya, setelah itu aku berkata ,”Aku akan melaporkanmu kepada Nabi Muhammad SAW”. Abu Huraira radhuyallau ‘anhu menceritakan suatu hadits yang berkaitan dengan masalah yang sama. Lalu orang yang tadi mendatanginya berkata, “Jika kamu akan tidur di atas tempatmu tidur, hendaklah membaca ayat Al Kursi karena dengan membacanya kamu akan selalu di jaga oleh Allah SWT sehingga syetan tidak dapat mendekatimu sampai pagi”.Nabi Muhammad SAW lalu bersabda,”Benar yang telah dikatakannya padahal ia pendusta. Ia itu adalah syetan”. (Bukhari No. 3275)

  1. Berdo’a

Banyak jenis dzikir dan doa yang diajarkan oleh nabi dalam hadits-hadits yang lainnya,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

 “Jika Nabi Muhammad akan tidur,beliau mengucapkan: Bismika allahumma amuutu wa  ahya (Dengan nama-Mu Ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu Ya Allah aku mati). (HR. Bukhari No. 6324)

Kemudian dilanjut dengan doa berikut,

ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

‘Ya AIlah ya Tuhanku, aku Pasrahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku serahkan punggungku kepada-Mu dengan berharap-harap cemas, karena tidak ada tempat berlindung dan tempat yang aman dari adzab-Mu kecuali dengan berlindung kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus (HR. Muslim Nomor 4884)

  1. Setelah berdoa sudah tidak boleh berbicara dan beraktifitas lain

وَاجْعَلْهُنَّ مِنْ آخِرِ كَلَامِكَ

“…Jadikan bacaan tersebut sebagai penutup ucapanmu menjelang tidur (HR. Muslim Nomor 4884)

  1. Setelah bangun tidur disunnahkan berdoa

وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Tapi kalau Nabi Muhammad bangun dari tidur beliau mengucapkan:Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah membuat kami mati.dan hanya kepada-Nya lah kami kembali).” (HR. Bukhari No. 6324)

  1. Keuntungan tidur sesuai sunnah nabi

فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مُتَّ وَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ …. وَإِنْ أَصْبَحَ أَصَابَ خَيْرًا

Apabila kamu meninggal dunia pada malam itu, maka kamu meninggal dalam kesucian diri (fitrah)apabila dia bangun kembali di pagi hari, maka dia telah memperoleh kebaikan.’ (HR. Muslim Nomor 4884)

Semoga ilmu sekelumit tersebut dapat bermanfaat, menjadi barokah, mendapatkan ridho dari Allah SWT. Amin.