Eh… Ternyata Nabi Bisa Bercanda

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Fitrah manusia adalah suatu naluri alami yang tidak dapat ditolak, juga tidak bisa dicegah kedatangannya, karena ia merupakan rasa yang timbul secara alami pada diri manusia. Fitrah manusia merupaka sesuatu yang diciptakan Allah sejak awal penciptaannya, fitrah ini biasanya juga disebut dengan sunnatullah. Melarang munculnya sunnatullah merupakan sesuatu yang tidak mungkin dan bertentangan dengan kodrat.

Alangkah baiknya baca artikel ini lebih dahulu: Islam Merupakan Agama Fitrah

Di antara fitrah manusia adalah rasa ingin bercanda, Islam adalah agama yang tidak pernah bertentangan dengan fitrah manusia, maka Islam tidak pernah mempersoalkan candaan manusia. Karena rasa ingin bercanda memang dipandang sebuah fitrah alami setiap manusia, maka Islam memandangnya sebagai hukum yang diperbolehkan atau mubah. Al-Quran menerangkan bahwa becanda dan senda gurau adalah watak kehidupan dunia diciptakan. Allah SWT berfirman,

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad 36)

Hampir semua manusia nyaris tidak bisa mengelak dari ingin bercanda, termasuk nabi. Nabi juga pernah bercanda (kalau mungkin boleh disebut jahil) kepada orang-orang di sekitarnya, har ini wajar karena beliau sendiri mengatakan bahwa beliau hanya manusia biasa. Di antara candaan nabi yang sangat populer adalah ketika beliau telah membuat seorang nenek menangis karnea candaan dari Nabi SAW, dalam sabda Nabi dalam riwatay Imam Tirmidzi dalam Asy Syamail Muhammadiyah pada Bab “Sifat Candaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

عَنِ الحَسَنِ قَالَ : أَتَتْ عَجُوْزٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ! اُدْعُ اللهَ أَنْ يُدْخِلُنِي الجَنَّةَ .فَقَالَ : ” ياَ أُمَّ فُلاَن ! إِنَّ الجَنَّةَ لاَ تَدْخُلُهَا عَجُوْزٌ ” . قَالَ : فَوَلَّتْ تَبْكِي . فَقَالَ : “أَخْبِرُوْهَا أَنَّهَا لاَ تَدْخُلُهَا وَ هِيَ عَجُوْزٌ ، إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْل. إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (35) فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (36) عُرُبًا أَتْرَابًا (37)

Dari Al Hasan, ada seorang nenek tua datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Seorang nenek tua pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, “Wahai Rasulullah, berdo’alah pada Allah agar Dia memasukkanku dalam surga.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Wahai Ummu Fulan, Surga tak mungkin dimasuki oleh nenek tua.” Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Kabarilah dia bahwa surga tidaklah mungkin dimasuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqi’ah: 35-37). (HR. Tirmidzi dalam Asy Syamail Muhammadiyah no. 205)

Walaupun bercanda dibenarkan oleh agama, namun tetap harus berada dalam koridor syari’ah, diantaranya adalah;

  1. Tidak ada unsur kedustaan.
  2. Tidak ada unsur penghinaan dan pelecehan.
  3. Tidak ada unsur ghibah atau gunjingan.
  4. Tidak ada unsur saling merugikan.
  5. Tidak ada unsur melalaikan kewajiban baik kepada orang lain maupun kepada Allah.
  6. Tidak ada unsur kejorokan atau kemaksiatan.

Bercanda adalah tabiat manusia. Bahkan Allah mengabadikan persoalan ini dalam Al Qur’an bahwa bercanda bila tidak berhati-hati maka akan mudah menyebabkan manusia lalai dari kebenaran dan kebaikan.

وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا ۚ قُلْ مَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ ۚ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk mendatanginya dan meninggalkan engkau (Muhammad) (masih) berdiri (menyampaikan khutbah Jum’at).” (QS. Jum’ah: 11)

Menurut Ummi pakar kesehatan, aktifitas bercanda selain menghibur hati, ternyata secara kesehatan dan psikologis pun humor memiliki khasiat yang luar biasa, berikut di antaranya:

  1. Humor bisa mengurangi rasa sakit.
  2. Humor bisa mengoptimalkan fungsi otak
  3. Humor  membangkitkan imajinasi dan daya kreatif
  4. Humor bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  5. Humor mengurangi stres.
  6. Humor mengurangi rasa takut.
  7. Humor baik untuk pernafasan dan pencernaan

Semoga candaan kita mendapat pahala sebagaimana candaan nabi yang penuh hikmah dan kebaikan bagi orang-orang yang kita cintai di sekitar kita, amin.