Dibolehkan Isbal Pada Wanita

Semua Hadits-hadits yang membicarakan pelarangan Isbal di atas bersifat umum dan tidak khusus ditujukan pada kaum laki-laki saja, walaupun konteks peristiwanya saat itu yang berbicara adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan para sahabat yang notabene laki-laki.

Maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhadapan dengan kaum wanita, nampak jelas bahwa dibolehkan memanjangkan kain, karena jika mengikuti ketentuan memendekkan kain seperti laki-laki akan menyebabkan betis dan mata kaki mereka nampak. Diriwayatkan dalam sebuah Hadits,

أَخْبَرَنَا نُوحُ بْنُ حَبِيبٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنْ الْخُيَلَاءِ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ تَصْنَعُ النِّسَاءُ بِذُيُولِهِنَّ قَالَ تُرْخِينَهُ شِبْرًا قَالَتْ إِذًا تَنْكَشِفَ أَقْدَامُهُنَّ قَالَ تُرْخِينَهُ ذِرَاعًا لَا تَزِدْنَ عَلَيْهِ

“Telah mengabarkan kepada kami [Nuh bin Habib] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ma’mar] dari [Ayyub] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memanjangkan kainnya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya.” Ummu Salamah bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang harus dilakukan oleh para wanita dengan kain mereka?” Beliau menjawab: “Kalian boleh memanjangkannya sejengkal” Ummu Salamah bertanya lagi, “Jika begitu, maka kaki mereka akan terbuka!” Beliau menjawab: “Kalian boleh menambahkan satu hasta dan jangan lebih.” (Hadits Riwayat An-Nasa’i Nomor 5241)

Maka ada yang mengatakan bahwa kebolehan ini hanya khusus wanita saja. Namun, kami mengatakan di sini sekali lagi bahwa hal ini menunjukkan kebolehan isbal itu karena tidak adanya kesombongan. Jika kesombongan itu bukanlah illat (sebab diberlakukannya hukum dilaranganya isbal) melaikan keterangan sifat yang melekat pada isbal maka itu berarti setiap isbal itu adalah sombong.

Kenyataannya pada mulanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang isbal pada wanita namun, ketika para wanita keberatan terlihat mata kakinya, maka dibolehkan isbal. Hal ini menunjukkan bahwa tidak setiap isbal itu pasti kesombongan. Maka jika isbal tidak karena sombong dibolehkan dan tidaklah mengapa. Sedangkan jika isbal itu diniatkan karena kesombongan, baik wanita maupun pria tetap tidak boleh.

Baja juga;

Kupas Tuntas Hukum Isbal (Menjulurkan Pakaian Melebihi Mata Kaki)

 

Dikutip dari tulisan Ustadz Abu Akmal Mubarok

Bagikan Artikel Ini Ke