Ciri-ciri Orang Munafik

Pendahuluan

Munafik adalah menampakkan yang baik dan menyembunyikan yang buruk. Sifat munafik sangat dibenci, sehingga Allah mengancam orang yang munafik dengan siksa yang amat pedih, di neraka yang paling dasar.

Nifak adalah sifat yang sangat berbahaya! Kita sering mendengar istilah “lidahnya berbisa” ”ular berkepala dua”, ”bermuka dua” dan ”lain di mulut lain di hati”. Semuanya itu menggambarkan begitu berbahanya sifat munafik, karena kepandaiannya menyembunyikan kebenaran dan permusuhan. Ia sangat pandai bermanis muka, bahkan kepada orang yang ia musuhi dan hendak ia celakai jarang menyadarinya.

Dalam sejarah Islam, kelihaian orang munafik telah menyebabkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. dan pasukan muslimin menderita kerugian dan kekalahan dalam Perang Uhud. Sifat dasar nifak adalah tipuan dan kedustaan, mereka orang-orang munafik dengan sifat nifaknya hendak menipu Allah dan kaum mukminin. Padahal sejatinya mereka sendiri yang tertipu. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (hendak) menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (Surat An-Nisa’ Ayat 142)

Sifat dasar nifak adalah tipu dan dusta merupakan penyakit hati yang menjangkiti para pemiliknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Surat Al-Anfal Ayat 49)

Sebab kejahatan dari sifat nifak yang menimbulkan kerugian, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam orang-orang munafik dengan siksa api neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (Surat An-Nisa’ Ayat 145)

Jauhilah sifat-sifat munafik! Dan hindarilah orang-orang munafik agar kita tidak terjebak pada kejahatannya.

Ciri-Ciri Munafik

Terdapat beberapa Hadits yang menyebutkan ciri-ciri orang munafiq. Di antaranya adalah,

Bohong, ingkar, khianat, dan curang

Hadits pertama,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu; jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat.” (Hadits Bukhari Nomor 5630 dan Hadits Muslim Nomor 89)

Hadits kedua,

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

“Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika berseteru curang”. (Hadits Bukhari Nomor 33)

Apabila berbicara ia berbohong

Orang munafik akan sangat santai dalam melancarkan kebohongannya. Mereka melakukannya tanpa rasa bersalah. Bilamana kebohongan pertama ketahuan, maka mereka tidak akan segan-segan menutupinya dengan kebohongan lainnya. Sehingga kebohongan tersebut akan bertambah lagi dan lagi. Jangan berdusta! Sebab kejahatan dusta akan menyeret pelakunya pada siksa neraka. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الصِّدْقَ بِرٌّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ فُجُورٌ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran itu adalah kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan sesungguhnya dusta itu adalah kejahatan. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan menggiring ke neraka. Seseorang yang memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.” (Hadits Muslim Nomor 4720)

Apabila bersepakat ia berkhianat

Penghianatan akan mendatangkan luka dalam hati. Rasa sakit yang ditimbulkan dari sebuah penghianatan sulit untuk terobati. Maka, jauhilah sifat nifak ini agar suatu saat tidak kembali mengenai diri sendiri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Surat Al-Anfal Ayat 27)

Apabila berjanji ia mengingkari

Salah satu sifat munafik adalah apabila berjanji maka dia akan mudah mengingkari. Jangan membuat janji kalau sekiranya kita tidak sanggup menepati. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَفَاءٌ لَا غَدْرٌ مَنْ كَانَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ فَلَا يَحِلَّ عُقْدَةً وَلَا يَشُدَّهَا حَتَّى يَمْضِيَ أَمَدُهَا أَوْ يَنْبِذَ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ

“Penuhilah janji, jangan ada ada khianat. ‘Barangsiapa yang mengikat perjanjian dengan suatu kaum, ia tidak boleh melepasnya, atau menarik janjinya sampai perjanjian itu habis atau keduanya sama-sama membatalkannya.” (Hadits Ahmad Nomor 16411)

Apabila bemuxamalah ia curang

Kecurangan demi kecurangan akan dilakukan orang munafik untuk mendapatkan keuntungan. Mereka mengira bahwa kecurungan akan mendatangkan keuntungan, padahal kecurungan tersebut akan menyebabkan celaka. Hindari sifat curang, agar kita tetap diakui sebagai golongan umat Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلًا فَقَالَ مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي

“dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya: “Apa ini wahai pemilik makanan?” sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya. Barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.” (Hadits Muslim Nomor 147)

Orang munafik selalu memutar otaknya untuk mendapatkan banyak keuntungan walaupun keuntungan itu harus dengan cara merugikan dan menghancurkan orang lain.

Malas dan riya’ dalam ibadah

Malas beribadah juga masuk dalam kategori ciri-ciri sifat munafik, hal ini dikatakan secara jelas dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (Surat An-Nisa’ Ayat 142)

Ibadah orang munafik tidak berdasarkan lillah, sehingga mereka malas dan berat dalam menjalankannya. Namun ibadah mereka menjadi bersemangat manakala berharap akan mendapatkan pujian dari orang lain di sekitarnya.

Perusak Kehidupan

Orang-orang munafik sangat pandai dalam memutar balikkan fakta, memprovokasi, memfitnah, dan menipu orang-orang di sekitarnya. Seakan-akan apa yang sedang mereka usahakan adalah perbaikan dan kebaikan pada dunia. Padahal apa yang dilakukannya akan semakin menimbulkan kerusakan dalam hubungan sesama manusia dan kerusakan kehidupan alam semesta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ. أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

“Dan bila dikatakan kepada mereka (munafik): “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (Surat Al-Baqarah Ayat 11-12)

Licik dalam tipu daya

Tidak jarang seseorang yang bergaul dengan orang munafik sebelumnya hidup dalam kebaikan dan kedamaian. Namun sebab kelicikan dan tipu daya orang-orang munafik menyebabkan kehancuran dan keterpurukan hidup seseorang. Mereka para korban sulit menyadari bahwa mereka orang munafik terlihat sebagai penolong, sahabat baik, namun kenyataannya mereka menggunting dalam lipatan, dan musuh dalam selimut.

Waspadalah! Jangan mudah terpukau dan silau hanya dengan kata-kata manisnya. Bisa jadi itu adalah tipu muslihatnya. Bila kita hidup dan berhubungan dengan seseorang namun malah hidup kita semakin rumit dan bermasalah, maka segera tinggalkan. Sebab bisa jadi teman kita tersebut seorang yang munafik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”. (Surat Al-Ahzab Ayat 12)

Dan masih banyak lagi sifat-sifat munafik yang sangat bahaya bagi kehidupan kita. Di antaranya adalah, Fujur atau seenaknya sendiri, mudah mencela,mudah memerolok-olok, mudah bersumpah palsu, tidak perduli kesusahan orang lain, tidak menghiraukan nasib sesama, sering menyebarkan berita palsu, mudah melebih-lebihkan suatu urusan, mencaci maki kehormatan orang lain, sering meninggalkan perkumpulan kebaikan seperti shalat berjamaah, besar mulut namun kecil nyali, pemicu kemungkaran, penghambat kemakrufan, kikir, lebih memperhatikan penampilan dzahir, mengabaikan hal-hal yang bersifat batin, sombong dan angkuh dalam berbicara, rendah berbicara agama namun rendah pemahamnnya, meremehkan dosa, senang melihat orang lain susah dan susah bila melihat orang lain senang, dan lain sebagainya.

Efek negatif sifat munafik

Sifat nifak akan mendatangkan akibat-akibat negatif yang sangat membahayakan, baik bagi pelakunya maupun bagi orang lain. Di antara akibat-akibat negatif tersebut adalah banyak yang akan mengalami kerugian materiel dan moril, sempitnya hubungan sosial sebab hilangnya kepercayaan orang lain, tatanan kehidupan masyarakat menjadi kacau dan rusak. Dan orang-orang munafik akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam yang terdalam.

Penutup

Lain di bibir lain di hati adalah sifat munafik yang sangat berbahaya. Sebab keburukan dari kejahatan munafik sangat berbahaya. Kemunafikan adalah perbuatan yang setan akan senang melihatnya, apalagi melihat sesama muslim bertikai karena terkena bujuk rayuan setan. Maka, hendaklah kita senantiasa memohon perlindungan kepada Allah, semoga kita dapat terhindar dari kerusakan dan kehancuran yang ditimbulkan oleh fitnah kemunafikan. Amin.

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 102
    Shares