Tuntunan Sujud Sesuai Sunnah Nabi

Daftar Isi

Dirumuskan oleh Ustdz Qomaruddin dan tim LDSI


PERTANYAAN:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

  1. Ustadz, bagaiman cara sujud sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi SAW.?
  2. Benarkah sujud seseorang yang sebagian jari telapak tangannya tidak tertempel dengan sempurna hukumnya batal?
  3. Mohon disertakan dalilnya.

JAWABAN:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

  1. Sujud yang sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. adalah bilamana ketika sujud tujuh anggota tubuh tertempel dengan sempurna. Tujuh anggota tubuh yang dimaksud adalah; kening, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung jari-jari kaki bagian dalam.
  2. Hukumnya tetap sah walaupun kurang sempurna. Maksudnya, walaupun sebagaian telapak tangan tidak tertempel dengan sempurna maka tidak menyebabkan batalnya sujud.
  3. Banyak Hadits yang menjelaskan tentang hal itu.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

MARAJI’:

Sujud yang sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. adalah bilamana ketika sujud tujuh anggota tubuh tertempel dengan sempurna. Tujuh anggota tubuh yang dimaksud adalah; kening, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung jari-jari kaki bagian dalam.

Sujud merupakan rukun shalat yang sangat fital, karena sujud merupakan puncak dari segala amaliah dalam shalat. Sujud merupakan simbol kehambaan manusia kepada Allah sang pencipta. Karena Azazil yang sebetulnya merupakan salah satu malaikat Allah SWT. dilaknat menjadi Iblis dikarenakan menolak untuk sujud, sebagaimana firman Allah SWT,

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ. قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al-A’raf: 7: 11-12)

Karena sujud merupakan hal yang sangat agung, maka sebaiknya kita jangan menyepelekan masalah ini. Banyak ragam cara sujud yang diajarkan oleh para ulama, namun sebaiknya kita tetap ittiba’ kepada cara nabi demi ketenangan kita dalam beribadah. Sedangkan cara sujud Nabi seperti yang telah digambarkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra. berikut;

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ وَلَا نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعَرَ

“Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang (anggota sujud); Kening -dan beliau menunjuk hidungnya- kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jari jemari dari kedua kaki. Dan saya diperintahkan untuk tidak menahan rambut atau pakaian.” (HR.Bukhari Muslim)

Dalam hadits tersebut begitu jelas bahwa ketika kita sujud harus benar-benar menyempurnakan posisi sujud kita. Di antaranya adalah harus tertempelkan dengan sempurna tujuh anggota tubuh yang dimaksud. Salah satu kesempurnaan sujud adalah merapatkan dan menekankan telapak tangan dan jari jari ke tempat sujud, sebagaimana sabda Nabi SAW berikut,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ « إِذَا سَجَدَ ضَمَّ أَصَابِعَهُ »

“Ketika sujud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merapatkan jari jemarinya.” (HR. Hakim dalam Mustadroknya 1: 350. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Muslim dan disetujui pula oleh Imam Adz Dzahabi)

Walaupun tidak secara sempurna tujuh anggota tubuh tersebut tertempel, namun hukumnya tetap sah. Ada empat tuntunan terkait sujud;

  1. Meletakkan kedua telapak tangan di lantai dengan sedikit menekan sebeban telapak tangan kita.
  2. Saat sujud, jari-jemari tangan dirapatkan.
  3. Disunnahkan menjauhkan dua lengan dari samping tubuh ketika sujud, maksudnya menrenggangkan tangan saat sujud. Namun perihal di atas dikecualikan jika berada dalam shalat jamaah. Imam Nawawi menjelaskan dua adab awal ketika sujud ini dengan mengatakan, “Hendaknya yang sujud meletakkan kedua telapak tangannya ke lantai dan mengangkat sikunya dari lantai. Hendaklah lengannya dijauhkan dari sisi tubuhnya sehingga nampak bagian dalam ketiaknya ketika ia tidak berpakaian tertutup (seperti memakai kain selendang saja ketika berihram saat haji atau umrah, -pen). Inilah cara sujud yang disepakati oleh para ulama. Jika ada yang tidak melakukannya, maka dapat dihukumi shalatnya itu kurang sempurna, namun shalatnya itu sah. Wallahu a’lam.” (Syarh Shahih Muslim, 4: 187).
  4. Lengan harus diangkat, tidak menempel pada lantai. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengangkatnya dan tidak menempelkan lengan atau siku ke lantai saat sujud. Dalam hadits disebutkan pula,

اعْتَدِلُوا فِى السُّجُودِ ، وَلاَ يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الْكَلْبِ

“Bersikaplah pertengahan ketiak sujud. Janganlah salah seorang di antara kalian menempelkan lengannya di lantai seperti anjing yang membentangkan lengannya saat duduk.” (HR. Bukhari no. 822 dan Muslim no. 493).

Begitu juga menurut Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in mengatakan tidak menybabkan batalnya sujud bilamana sebagaia anggota tubuh tidak menempel dengan sempurna. Dalam kitabnya beliau berpandangan,

وَ) وَضْعِ بَعْضِ(رُكْبَتَيْهِ) وَبَعْضِ (بَطْنِ كَفَّيْهِ وَ)مِنَ الرَّاحَةِ وَيُطُنِ الأَصَا بِعِ)

“Dan juga sujud itu dengan meletakkan sepasang lutut, sebagian anggota telapak tangan dan sebagian jari-jari kaki sebelah dalam.”

FAEDAH SYARIAH

Berhati-hatilah dalam masalah sujud, karena ketidak sempurnaan sujud dan menyepelekan persoalan sujud merupakan bentuk kesombongan yang dilaknat oleh Allah. Sebagaimana Allah melaknat Iblis yang dikeluarkan dari surga Allah karena telah sombong karena enggan bersujud. Allah berfirman,

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

“Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (7: 13)

Semoga kita senantiasa menjadi Hamba yang taat dalam setiap sujud kita. Amin.

Ditashih Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Refrensi
Kitab Sembilan Hadits
Bulughul Maram
Fathul Mu’in, Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari