Biar Lambat Asal Selamat

Daftar Isi

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Mungkin kita pernah mendengar adagium atau pepatah Jawa; “ALON-ALON ASAL KELAKON”  yang mengandung arti “Biar Lambat Asalkan Selamat atau Berjalan”. Hal ini sangat sesuai dengan ajaran agama Islam, bahwa sifat tenang itu lebih mudah menyelesaikan setiap persoalan dan mencapai keberhasilan. Namun begitu ternyata sifat manusia memang selalu tergesa-gesa, hal ini telah digambarkan nyata dalam firman Allah SWT,

  1. Sifat manusia tergesa-gesa

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (QS. Al-Isra’ Ayat 11)

  1. Diantara sifat tergesa-gesa adalah bila berdoa kemudian menganggap Allah tidak mengabulkan doanya

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

“Seorang sahabat bertanya; ‘Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa? ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan’. Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.’ (HR. Muslim Nomor 4918)

Padahal Allah telah menjanjikan setiap doa pasti akan dijabah selama tidak tergesa-gesa, sebagaimana firman Allah SWT,

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ قِيلَ وَكَيْفَ يَعْجَلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ اللَّهَ فَلَمْ يَسْتَجِبْ اللَّهُ لِي

“Do`a salah seorang dari kalian akan di kabulkan selagi ia tidak tergesa-gesa.” Di tanyakan; “Bagaimana maksud dari tergesa-gesa?” beliau menjawab: “Ia berkata; “aku telah berdo’a kepada Allah, namun sampai saat ini Allah tidak juga mengabulkan do’aku.” (HR. Ibnu Majah Nomor 3843)

  1. Allah SWT sangat melarang sifat dan prilaku tergesa-gesa

لَا تَرْكُضُوا وَارْجِعُوا إِلَىٰ مَا أُتْرِفْتُمْ فِيهِ

“Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan.” (QS. Al-Anbiya Ayat 13)

Larangan tergesa-gesa bukan hanya dalam hal keburukan namun juga berlaku dalam hal kebaikan, karena sifat dan sikap tergesa-gesa dapat menghilangkan sebuah kebaiakan

إِذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلَاةَ الْمَغْرِبِ وَلَا تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ

“Apabila makan malam sudah dihidangkan, maka makanlah terlebih dahulu sebelum kalian melaksankan shalat Maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dalam menyelesaikan makan kalian”. (HR. Bukhari Nomor 632)

Bukan hanya dalam soal makan dan shalat nabi melarang para sahabatnya untuk tergesa-gesa ketika membawa jenazah ke kubur, sabda Nabi,

أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ رَأَى جِنَازَةً يُسْرِعُونَ بِهَا قَالَ لِتَكُنْ عَلَيْكُمْ السَّكِينَةُ

“dari [Abu Musa] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau melihat orang-orang membawa jenazah dengan tergesa-gesa, maka beliau bersabda: “Hendaklah kalian tenang dalam membawa. ” (HR. Ibnu Majah Nomor 1468)

Allah pernah menegor Nabi ketika membaca Al-Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya,

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (QS. Ta Ha Ayat 114)

Disamping itu Allah juga pernah menegor Nabi untuk tidak tergesa-gesa memohonkan siksa kaum kafir karena sifat Allah sangat teliti dalam perhitunganny. Sebagaimana Firman Allah,

فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا

“maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.” (QS. Maryam Ayat 84)

Dalam suatu ketika Nabi pernah tergesa-gesa dalam perjalanan sehingga Nabi mengumpulkan dua shalat. Nabi bersabda,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا جَدَّ بِهِ السَّيْرُ جَمَعَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ

“bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bila tergesa-gesa dalam perjalanan beliau menjama’ shalat Maghrib dan lsya’. (HR. Nasai Nomor 594)

Walaupun Nabi pernah tergesa-gesa namun tergesa-gesanya Nabi tetap dalam ketenangan, sebagaimana tergambar dalam hadits berikut,

أَلَا يُعْجِبُكَ أَبُو هُرَيْرَةَ جَاءَ فَجَلَسَ إِلَى جَانِبِ حُجْرَتِي يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْمِعُنِي ذَلِكَ وَكُنْتُ أُسَبِّحُ فَقَامَ قَبْلَ أَنْ أَقْضِيَ سُبْحَتِي وَلَوْ أَدْرَكْتُهُ لَرَدَدْتُ عَلَيْهِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَسْرُدُ الْحَدِيثَ مِثْلَ سَرْدِكُمْ

“Tidakkah engkau kagum kepada Abu Hurairah? Ia datang dan duduk di samping kamarku menceritakan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia memperdengarkannya kepadaku saat aku sedang melakukan shalat, lalu ia berdiri sebelum aku menyelesaikan shalatku, dan seandainya aku dapat mendapatinya niscaya aku akan menjawabnya, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tergesa-gesa seperti kalian tergesa-gesa.” (HR. Abu Daud Nomor 3170)

  1. Allah lebih mencintai sifat tenang dan berhati-hati

Alasan kenapa kita dilarang tergesa-gesa adalah karena Allah lebih mencintai sifat sabar dan berhati-hati. Hal itu ditunjukkan dalam sabda Nabi,

إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

‘Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang disukai Allah, yaitu; sabar dan berhati-hati’.” (HR. Muslim Nomor 250)

Hadits berikut juga senada dengan makna hadits diatas,

فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَشَجُّ إِنَّ فِيكَ لَخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمَ وَالتُّؤَدَةَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda kepadanya: “Wahai Asyaj, sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai Allah; sikap santun dan tidak tergesa-gesa.” (HR. Ibnu Majah Nomor 4177)

Dalam hadits lain juga disebutkan serupa,

قَالَ أَشَجُّ بْنُ عَصَرٍ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِيكَ خُلَّتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قُلْتُ مَا هُمَا قَالَ الْحِلْمُ وَالْحَيَاءُ

“ [Asyajj bin Ashr] berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang keduanya dicintai oleh Allah ‘azza wajalla.” Saya bertanya, “Sifat apakah itu?” beliau menjawab, “Al Hilmu (santun) dan rasa malu.” (HR. Ahmad Nomor 17160)

Hadits lain juga menjelaskan makna yang senada,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأَشَجِّ عَبْدِ الْقَيْسِ إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ

“bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Asyaj bin Abdil Qais: “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu, lemah lembut dan sifat kehati-hatian.” (HR. Tirmidzi Nomor 1934)

  1. Disamping dapat menghilangkan kebaikan, orang yang selalu tergesa-gesa akan mudah mencapatkan malapetaka

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (QS. Al-Anbiya Ayat 37)

  1. Tergesa-gesa merupakan sifat setan

Agar kita selamat, janganlah mudah tergesa-gesa! Karena perlahan-lahan itu sifat Allah sedangkan tergesa-gesa itu sifat setan. Sebagaimana sabda Nabi,

الْأَنَاةُ مِنْ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنْ الشَّيْطَانِ

“Sifat hati-hati (waspada) itu dari Allah dan tergesa-gesa itu godaan dari setan.” (HR. Tirmidzi Nomor 1935)