Berbakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal dengan Menjaga Silaturahmi Untuknya

Di antara fenomena yang sering kita jumpai di masyarakat, ada beberapa anak yang memiliki hubungan dekat dengan kerabat atau teman dekat orang tuanya. Namun ketika orang tuanya meninggal, kedekatan ini menjadi pudar.

Umat muslim berkewajiban bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan semua perintahnya. Salah satu perintah mulianya adalah berbakti kepada orang tua baik saat masih hidupnya maupun ketia mereka sudah wafat. Nabi

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلَاةُ لِوَقْتِهَا قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“dari [Abdullah bin Mas’ud] dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Amalah apakah yang paling utama? ‘ Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab: “Berjuang pada jalan Allah.” (Hadits Muslim Nomor 120)

Salah satu bentuk berbakti kepada orang tua yang tingkatannya sangat tinggi adalah menjaga hubungan silaturahmi dengan semua keluarga yang masih kerabat dengan orang tua kita dan orang-orang yang menjadi teman dekat orang tua.

أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ

“Sesungguhnya kebajikan (bakti kepada orang tua) yang utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya.” (Hadits Muslim Nomor 4630 dan Hadits Abu Daud Nomor 4477)

Silaturahmi dengan teman teman, relasi, kerabat, handai tolan, dan orang terdekat orang tua hendaknya tetap dilakukan sehingga orang tua juga turut mendapat pahala kebaikannya. Nabi bersabda,

عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَدْرِيًّا وَكَانَ مَوْلَاهُمْ قَالَ قَالَ أَبُو أُسَيْدٍ بَيْنَمَا أَنَا جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ عَلَيَّ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ بَعْدَ مَوْتِهِمَا أَبَرُّهُمَا بِهِ قَالَ نَعَمْ خِصَالٌ أَرْبَعَةٌ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا رَحِمَ لَكَ إِلَّا مِنْ قِبَلِهِمَا فَهُوَ الَّذِي بَقِيَ عَلَيْكَ مِنْ بِرِّهِمَا بَعْدَ مَوْتِهِمَا

“dari [Abu Usaid], sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, Ahli Badar, dan dia termasuk maula mereka, berkata; Abu Usaid berkata; Ketika aku duduk di samping Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, tiba-tiba seorang laki-laki Anshar datang dan berkata; Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam apakah masih tersisa kewajiban atasku untuk berbuat baik kepada orang tuaku setelah kematian mereka berdua?. Beliau menjawab ‘Ya’, masih tersisa empat perkara yaitu: mendoakan untuk mereka berdua, meminta ampunan mereka, memenuhi janji mereka yang belum terselesaikan dan memuliakan teman-teman mereka serta silaturrahim yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kamu kecuali dari jalur mereka. Itulah semua yang tersisa dari kewajibanmu untuk berbuat kebaikan kepada orang tuamu setelah mereka meninggal ” (Hadits Ahmad Nomor 15479)

Dengan demikian, tidak perlu terlalu khawatir manakala kita sebagai anak merasa belum sempurna dalam bakti kepada kedua orang tua semasa hidup mereka. Sebab berkat rahmat Allah yang memberikan kesempatan bagi kita tetap bisa berbakti kepada kedua orang kita dengan menjaga hubungan silaturahmi dengan semua keluarga yang masih kerabat dengan orang tua kita dan orang-orang yang menjadi teman dekat orang tua semasa hidupnya. Sebab pahala menjaga hubungan silaturahmi dengan semua keluarga yang masih kerabat dengan orang tua kita dan orang-orang yang menjadi teman dekat orang tua semasa hidupnya bisa diterima dan sangat bermanfaat kepada mereka. Maka dari itu perbanyaklah menjaga hubungan silaturahmi dengan semua keluarga yang masih kerabat dengan orang tua kita dan orang-orang yang menjadi teman dekat orang tua semasa hidupnya, karena itu akan dicatat sebagai amal bakti kita kepada orang tua.

Selengkapnya baca; Menjaga Silaturahmi Wujud Bakti pada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke