Berbakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal dengan Memenuhi Janjinya yang Belum Terlaksana

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk berbakti kepada orang tua kita walaupun mereka sudah meninggal dunia adalah memenuhi janji-janji mereka yang belum terlaksana semasa hidupnya.

Sudah biasa seseorang berjanji terhadap orang lain, seperti janji mau memberikan sesuatu, melakukan sesuatu, dan lain sebagainya. Hukum berjanji adalah boleh (jaiz/mubah), namun hukum memenuhi atau menepatinya adalah wajib. Melanggar atau tidak menunaikan janji hukumya haram dan berdosa. Bukan hanya berdosa kepada orang yang kita janjikan namun juga berdosa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dasar hukum kewajiban memenuhi janji antara lain adalah:

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

“dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Surat Al-Isra’ Ayat 34)

Mereka yang amanah, yaitu orang-orang yang memenuhi janji adalah manusia terpuji. Menepati janji memiliki manfaat besar, bagi dirinya dan bagi orang lain. Mereka yang menepati janji termasuk menjadi golongan orang-orang yang bertakwa dan beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

“(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (Surat Ali ‘Imran Ayat 76)

Dengan menepati janji maka akan terhindar dari permusuhan dan pertikaian sehingga akan tercipta suasa aman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“(Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Surat Al-Anfal Ayat 72)

Dengan saling memenuhi janji, niscaya akan timbul suasana kerukunan antar sesama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ

“dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu;” (Surat Al-Baqarah Ayat 40)

Begitu juga janji yang belum terlaksana sebab kematian tetap wajib dipenuhi oleh ahli warisnya. Jika semasa hidupnya orang tua pernah berjanji namun belum bisa untuk terlaksana, maka kita sebagai anak shalih yang berbakti kepadanya seharusnya melakukannya dan memenuhi janjinya sehingga orang tua kita yang sudah meninggal lebih tenang dan lebih bahagia di alam kubur dan di akhiratnya. Kewajiban melaksanakan janji dari seorang yang masih hidup untuk orang yang sudah meninggal berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ بَدْرِيًّا وَكَانَ مَوْلَاهُمْ قَالَ قَالَ أَبُو أُسَيْدٍ بَيْنَمَا أَنَا جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ عَلَيَّ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ بَعْدَ مَوْتِهِمَا أَبَرُّهُمَا بِهِ قَالَ نَعَمْ خِصَالٌ أَرْبَعَةٌ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا رَحِمَ لَكَ إِلَّا مِنْ قِبَلِهِمَا فَهُوَ الَّذِي بَقِيَ عَلَيْكَ مِنْ بِرِّهِمَا بَعْدَ مَوْتِهِمَا

“dari [Abu Usaid], sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, Ahli Badar, dan dia termasuk maula mereka, berkata; Abu Usaid berkata; Ketika aku duduk di samping Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, tiba-tiba seorang laki-laki Anshar datang dan berkata; Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam apakah masih tersisa kewajiban atasku untuk berbuat baik kepada orang tuaku setelah kematian mereka berdua?. Beliau menjawab ‘Ya’, masih tersisa empat perkara yaitu: mendoakan untuk mereka berdua, meminta ampunan mereka, memenuhi janji mereka yang belum terselesaikan dan memuliakan teman-teman mereka serta silaturrahim yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kamu kecuali dari jalur mereka. Itulah semua yang tersisa dari kewajibanmu untuk berbuat kebaikan kepada orang tuamu setelah mereka meninggal ” (Hadits Ahmad Nomor 15479)

Dengan demikian, tidak perlu terlalu khawatir manakala kita sebagai anak merasa belum sempat dalam bakti kepada kedua orang tua semasa hidup mereka. Sebab berkat rahmat Allah yang memberikan kesempatan bagi kita tetap bisa berbakti kepada kedua orang kita dengan memenuhi janji-janji mereka yang belum terlaksana semasa hidupnya. Sebab dengan kita ikhlas memenuhi janji-janji mereka yang belum terlaksana semasa hidupnya, niscaya beban mereka di akhirat akan lebih ringan. Dan akan meringankan perhitungan amalnya kelak di hadapan Allah.

Baca Juga: Hukum Menepati dan Mengingkari Janji

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke