Amalan Khusus Ramadhan yang Dilipatgandakan Pahalanya

Tergolog dalam perkara yang menyebabkan bulan Ramadhan menjadi istimewa adalah bulan ini merupakan bulan di mana setiap amal kebaikan dan amal ibadah akan dilipatgandakan nilai pahalanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah ‘azza wajalla berfirman; ‘Selain puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku.’ Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.” (Hadits Muslim Nomor 1945)

Allah tidak mengecualikan amalan apa yang akan dilipatgandakan pahalanya. Dengan begitu semua jenis amalan, baik amalan ibadah maupun amalan shalih (kebaikan), baik amalan wajib maupun amalan sunnah tentunya masuk kategori amalan yang akan dilipatgandakan pahalanya. Berdasarkan riwayat di atas, satu amalan yang dikerjakan di bulan Ramadhan pahalanya setara dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali.

Semua keberkahan Ramadhan ini sebagai bentuk kemurahan dari Allah untuk semua kaum muslimin yang berbahagia menyambut kedatangan Ramadhan dan ikhlas dalam menjalankan segala kebaikan di dalamnya.

Berlipatnya pahala amalan di bulan Ramadhan ini mutlak untuk amalan apa saja sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Ibrahim Ar Ruhaili dalam kitabnya Tajridul Ittiba hal. 117-118.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathoif Al Ma’arif, hal. 271).

Intinya, di antara pahala suatu amalan bisa berlipat-lipat karena amalan tersebut dilaksanakan di waktu yang mulia yaitu seperti pada bulan Ramadhan. Begitu amalan bisa berlipat pahalanya jika dilaksanakan di tempat yang mulia (seperti di Makkah dan Madinah) atau bisa pula berlipat pahalanya karena dilihat dari keikhlasan dan ketakwaan orang yang mengamalkannya. (Lathoif Al Ma’arif, hal. 269-271)

Tanpa mengurangi keutamaan-keutamaan amalan lainnya, berikut beberapa amalan yang secara khusus biasanya dikerjakan secara lebih meningkat oleh kaum muslimin pada bulan Ramadhan. Berikut beberapa amalan di bulan Ramadhan yang berpahala besar,

1. Berpuasa

Mengerjakan puasa dibulan Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan dibandingkan dengan amalan lainnya, hal tersebut dikarenakan bulan Ramadhan ialah bulan yang mulia, Allah menjadikan puasa Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Hadits Bukhari Nomor 37)

2. Menghidupkan malam lailatul qadar

Bukan hanya puasa wajib Ramadhan yang seharusnya kita kerjakan, namun semua amalan sunnah yang dikerjakan pada bulan Ramadhan juga akan dilipat gandakan pahalanya. Terutama saat menghidupkan malam lailatul qadar. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menegakkan lailatul qadar (mengisi dengan ibadah-ibadah sunnah seperti shalat, dzikir, baca Al-Qur’an) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya,” (Hadits Bukhari Nomor 1768)

3. Sholat Tarawih dan Witir

Shalat tarawih dan witir sebetulnya masih tergolong shalat malam yang lebih dianjurkan dikerjakan pada bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَقَالَ شَهْرٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Artinya: “bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut-nyebut bulan ramadlan, beliau bersabda: ” (Ramadlan) adalah bulan yang Allah mewajibkan kalian berpuasa, dan aku sunnahkan shalat di malam harinya. Barangsiapa berpuasa di siangnya dan bangun di malamnya karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya akan keluar seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya. ” (Hadits Ibnu Majah Nomor 1318)

4. Tadarus Al-Qur’an

Al-Quran ialah hal yang sangat dianjurkan pada dibulan suci Ramadhan. Sebab Allah akan memberikan pahala besar atau berlipat ganda bagi orang yang bersedia membacanya, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissalam datang menemui Beliau. Dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus”. (Hadits Bukhari Nomor 1769)

5. Ilmu Agama

Kegiatan menuntut ilmu atau belajar ilmu agama memang termasuk salah satu cara memuliakan dan menghormati bulan Ramadhan, selain memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an,  Gunakan juga waktu luang Anda untuk memperdalami ilmu-ilmu agama. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam besabda,

Dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan hadist bersumber dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anh, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersabda, “Barangsiapa hadir di majelis ilmu pada bulan Ramadhan maka Allah menulis bagi orang tersebut tiap-tiap jangkahan kakinya sebagai ibadah satu tahun”.

6. Memperbanyak dzikir, doa, dan istigfar

Dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar kepada Allah ketika di bulan suci Ramadhan. Sebab orang yang rajin dzikir, doa, dan istighfar kepada Allah saat orang berpuasa amalannya tidak tertolak oleh Allah. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sungguh orang yang berpuasa mempunyai do`a yang dikabulkan dan tidak akan ditolak tatkala berbuka puasa. ” (Hadits Ibnu Majah Nomor 1743)

7. Umrah

Umrah di bulan Ramadhan pahalanya berlipat ganda, sehingga disetarakan dengan pahala ibadah haji. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam besabda,

فَلْتَعْتَمِرْ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ كَحَجَّةٍ

“Hendaklah ia melakukan umrah pada bulan Ramadan, karena pahala umrah pada bulan Ramadan seperti pahalanya ibadah haji.” (Hadits Ahmad Nomor 17169)

8. Bersedekah

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia dan penuh keberkahan. Salah satu berkahnya adalah pahala dari sedekah dalam bulan ini akan dilipatkgandakan.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissalam datang menemui Beliau. Dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Apabila Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling demawan dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus”. (Hadits Bukhari Nomor 1769)

Didukung oleh hadits berikut,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ

“Barangsiapa bersedekah makan orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka ia memperoleh pahala orang yang berpuasa tersebut dengan tanpa mengurangi dari pahalanya sedikitpun.” (Hadits Darimi Nomor 1640)

9. I’tikaf

I’tikah di bulan suci Ramadhan mempunyai pahala yang akan dilipatgandakan terutama bagi umat muslim yang beri’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan yakni malam Lailatul Qodar, yang mana semua doa, ibadah dan lain sebagainya akan diridhoi oleh Allah. Nabi bersabda,

إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bila memasuki sepuluh akhir (dari bulan Ramadhan), Beliau mengencangkan sarung Beliau, menghidupkan malamnya dengan ber’ibadah dan membangunkan keluarga Beliau”. (Hadits Bukhari Nomor 1884)

Dalam redaksi Imam Muslim disebutkan juga,

إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki sepuluh terakhir (Ramadlan), maka beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan qiyamullail) dan membangunkan keluarganya serta mengencangkan ikatan kainnya (menjauhi isterinya untuk lebih konsentrasi beribadah).” (Hadits Muslim Nomor 2008)

10. Amalan sunnah lainnya

Walaupun beberapa amalan khusus pada bulan Ramadhan di atas akan dilipat gandakan pahalanya. Akan tetapi masih banyak amalan-amalan lainnya yang juga dapat kita lakukan, seperti shalat sunnah rowatib, meningkatkan jamaah shalat lima waktu, berzakat di dalam bulan Ramadhan, Menyegerakan berbuka puasa dan mengakhiri sahur,

Penutup

Sesungguhnya berpuasa tidak hanya sebatas meninggalkan makan, minum, dan hubungan suami istri, tapi juga mengisi hari-hari dan malamnya dengan amal ibadah dan amal shalih. Ini sebagai bentuk pembenaran akan janji Allah adanya pahala yang berlipat, limpahan rahmat, dan kucuran ampunan. Sesungguhnya orang yang diharamkan kebaikan pada bulan Ramadhan, sungguh benar-benar diharamkan kebaikan darinya.

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 39
    Shares