Bekal Menyambut Bulan Ramadhan

Tidak terasa beberapa waktu lagi kita akan memasuki bulan yang sangat dimuliakan oleh agama Islam. Bagi kita kaum muslimin sudah selayaknya berbahagia dan bersuka cita menyambut bulan ini. Salah satu cara menyambut kedatangan bulan mulia ini adalah mempersiapkan segala hal agar Ramadhan kita menjadi sempurna dan tidak sia-sia. Sebab, tidak jarang dari kita yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan namun sia-sia karena tidak mendapatkan pahala dikarenakan ada kesalahan-kesalahan yang tidak disadari kita lakukan. Nabi bersabda,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang. ” (Hadits Ibnu Majah Nomor 1680)

Agar puasa kita di bulan Ramadhan tidak sia-sia, maka ada beberapa hal yang harus kita persiapkan untuk menyambut bulan mulia ini. Di antaranya,

Pertama, Mempersiapkan Ilmu

Ilmu merupakan pangkal keabsahan dari semua amal dan ibadah, tanpanya niscaya semua apa yang kita lakukan akan sia-sia. Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah seorang ulama sekaligus khalifah dari kekhalifaan Umayyah yang berkuasa pada tahun 717 berkata,

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”  (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15).

Allah dalam Al-Qur’an juga mengisyaratkan amal manusia menjadi sia-sia dikarenakan tanpa didasari dengan ilmu. Allah berfirman dalam Surat Al-Furqan Ayat 23

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”

Jangan remehkan kedudukan ilmu, karena dengannya kebaikan perkara akan kita dapatkan. Terkadang banyak manusia yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan tujuannya adalah baik, namun malah keburukan dan kerusakan yang ditimbulkannya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan apa yang dilakukan tidaklah didasarkan pada ilmu. Diriwayatkan dalam sebuah Atsar Abu Abdurrahman mengatakan,

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

“Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi ia tidak dapat mencapainya,” (Hadits Darimi Nomor 206)

Dengan demikian, agar amal ibadah dan amal shalih kita selama di bulan Ramadhan tidak sia-sia, maka sudah selayaknya kita memperbanyak ilmu dengan mengaji dan mengkaji. Pelajari tentang hukum puasa bulan Ramadhan, pelajari syarat rukun puasa, pelajari keutamaan puasa, pelajari perkara-perkara yang membatalkan puasa, pelajari ancaman bagi yang meninggalkan puasa, pelajari amalan-amalan tambahan untuk menyempurnakan ibadah puasa kita, dan apa-apa saja dari ilmu yang dapat menyempurnakan ibadah kita sehingga apa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan tidak sia-sia dan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Taala.

Kedua, mempersiapkan mental

Setelah ilmu kita dapatkan untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan adalah mempersiapkan mental. Di antaranya adalah,

Bergembira,

Di antara kesiapan mental adalah merasa bergembira dan penuh harap dengan kedatangan bulan Ramadhan. Nabi bersabda,

ﻣَﻦْ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺪُﺧُﻮﻝِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ

“Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. (Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-Nasihin)

Walaupun hadits tersebut dianggap lemah oleh sebagian ulama, namun kedudukannya sangat kuat dikarenakan terdapat hadits lain yang menunjangnya, bahwa bilamana muncul sebuah harapan dalam hati disebabkan kegembiraan atas kedatangan bulan yang diwajibkan puasa niscaya dosa-dasanya akan diampuni sehingga menjadi sebab terhindarnya masuk neraka. Nabi bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan penuh harap, maka akan di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa bangun (shalat) pada malam lailatul Qadr dengan keimanan dan penuh harap, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Hadits Abu Daud Nomor 1165)

Bertaubat,

Salah satu yang dapat mempersiapkan mental kita untuk menyambut bulan Ramadhan adalah membersihkan diri dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Dengan taubat dan istighfar dosa-dosa kita niscaya diampuni Allah bila kita melakukannya dengan kesungguhan hati dan penuh keyakinan. Allah berfirman,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,” (Surat Nuh Ayat 10)

Dengan memperbanyak istighfar niscaya batin kita akan lebih siap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan karena hati yang sempit dan gundah akan menjadi lapang dan tenang. Nabi bersabda,

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (Hadits Abu Daud Nomor 1297)

Sebagai wujud taubat kita adalah menyesali semua dosa yang pernah dilakukan, bertekad meninggalkan segala keburukan dan bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Dia antara bentuk taubat adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkait dengan sesama manusia baik dengan meminta maaf maupun dengan memohon keikhlasannya.

Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14:61). Inilah yang disebut dengan taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni. Semoga Allah menerima taubat-taubat kita sebelum memasuki waktu barokah di bulan Ramadhan sehingga kita pun akan mudah melaksanakan kebaikan.

Ketiga, mempersiapkan fisik

Fisik yang prima dapat menopang kesempurnaan ibadah. Hampir mayoritas ibadah dalam Islam mengandalkan kesehatan fisik, mulai dari shalat, haji, hingga berpuasa di bulan Ramadhan. Seorang Muslim tidak akan maksimal dalam berpuasa jika fisiknya lemah. Oleh sebab itu kita dituntut untuk menjaga kesehatan fisik dengan cara istirahat yang cukup, makan yang cukup, dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan cara itu berarti kita telah dapat mensyukuri nikmat Allah yang sering dilupakan, sebagaimana sabda Nabi,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (Hadits Bukhari Nomor 5933)

Menjaga kesehatan adalah bagian dari ajaran agama. Oleh karena itu berulang kali Rasulullah saw. mengingatkan umatnya agar meminta kesehatan kepada Allah dan menjaganya supaya tidak merugi, karena kesehatan adalah salah satu modal terpenting kita untuk kuat dalam beribadah, terutama beribadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Nabi bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

‘Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta ‘ala daripada orang mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan. Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. (Hadits Muslim Nomor 4816)

Dengan demikian sudah selayaknya bagi kita umat Islam mempersiapkan sejak dini untuk menyambut kedatangan bulan mulia ini dengan berbagai bekal agar bulan ini menjadi bulan yang mendatangkan berkah. Dan hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do’a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah dan kebaikan dalam bulan Ramadhan. Di antara doa yang dapat kita panjatkan adalah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan, baik yang cepat (di dunia) maupun yang di tangguhkan (di akhirat), yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang cepat (di dunia) maupun yang di tangguhkan (di akhirat), yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang di mohonkan hamba-Mu dan Nabi-Mu kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang hamba-Mu dan Nabi-Mu berlindung darinya kepada-Mu. Ya Allah, sungguh aku memohon surga memohon surga kepada-Mu dan semua yang mendekatkan diriku kepadanya dari perkataan atau perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan semua yang mendekatkan diriku kepadanya dari perkataan dan perbuatan. Serta aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan semua ketentuan yang Engkau tentukan kepadaku sebagai kebaikan.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 3836)

Doa lain yang biasa dipanjatkan menjelang Ramadhan adalah,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballignaa Ramadhan”, Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan. (Hadits Riwayat Imam Ahmad 1/259)

 

Oleh KH. Ainur Rofiq Sayyid Ahmad

Bagikan Artikel Ini Ke
  • 79
    Shares